Darah Rhesus Negatif, Bahaya Atau Tidak?
![]() | ||||
| Contoh darah Rhesus Negatif (Rh-). |
Kasus darah rhesus negatif di Indonesia kemungkinannya mencapai 1% dari total jumlah penduduk Indonesia. Artinya, darah rhesus negatif ini bersifat langka dan jarang ditemukan, karena jenis ini biasanya dimiliki oleh orang Eropa dan tidak memiliki antigen (karbohidrat dan protein) dalam sel darah tersebut. Darah ini tidak hanya bersifat turunan, tetapi bisa dimiliki oleh siapa saja.
Di Kota Malang, ada 7 orang yang positif memiliki darah rhesus negatif. Tentunya mereka sangat shock ketika mengetahui darah mereka adalah jenis darah yang langka saat donor darah. Salah satunya mahasiswi Poltekkes Malang berusia 20 tahun ini mengetahui bahwa dirinya mengidap darah rhesus negatif saat ia masuk semester pertama. Saat itu pula ia langsung menghubungi orang tuanya dan menanyakan dia anak siapa. Setelah ia mendapat arahan dari PMI Kota Malang, ia tidak lagi merasakan ketakutan memiliki darah rhesus negatif, karena darah ini tidak berbahaya, dan juga bukan penyakit yang mematikan.
Dari cerita di atas, ada beberapa hal penting yang perlu diambil dari kasus yang bisa dibilang sangat langka ini. Sebenarnya, darah rhesus negatif bukanlah sesuatu yang ditakuti. Darah rhesus negatif bukanlah alasan untuk minder ketika bertemu dengan orang lain. Buktinya, para pengidap darah ini tetap sehat dan bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Banyak juga isu yang mengatakan bahwa jenis darah ini ketika menikah dengan orang yang memiliki darah rhesus positif, kemudian saat melahirkan akan mengalami kematian. Ini adalah pemikiran yang salah, orang dengan darah rhesus negatif tetap bisa mencocokkan rhesusnya dengan obat antibiotik dan vaksin. Para pengidap rhesus ini harusnya bersyukur bisa memiliki darah rhesus negatif. Walaupun sifatnya langka, jenis ini tetap bisa melakukan donor darah untuk penerima darah rhesus negatif yang membutuhkan.

Komentar
Posting Komentar