An Apple Town Man Brings Miracle To The Big Apple
Judul buku : 9 Summers 10 Autumns (Dari Kota Apel ke
The Big Apple)
Penulis : Iwan Setyawan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : 2011
Tebal : 223 halaman
Harga : Rp 43.000,-
Suka duka, tangis, tawa dan perjuangan merupakan hal yang
tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Seolah-olah itu semua adalah elemen
kehidupan yang menjadi satu, dalam beribu peristiwa. Dalam novel ini diangkat
sebuah kisah nyata dari seorang anak sopir angkot di kaki Gunung Panderman,
yang meniti hidup dengan kerja keras, air mata dan doa di setiap detiknya. Tak
disangka, bagai sebuah dongeng, ia meraih suksesnya sebagai direktur Internal
Client Management di Nielsen Consumer Research, New York.
Awalnya novel ini menimbulkan rasa penasaran di bagian
pembuka, dimana situasinya saat itu dia sedang ditodong oleh sejumlah perampok
berambut Afro, namun kemudian di sesi
berikutnya ia mem-flashback ke masa
lalunya. Sebagaimana novel seharusnya, alur yang dibawakan adalah alur
bolak-balik yang menimbulkan rasa keingintahuan yang tinggi akan cerita ini.
Tema yang dibawakan hampir seluruhnya adalah tentang pendidikan. Point of view novel ini menitikberatkan
pada penulis yang lahir di Batu, Malang, Jawa Timur 38 tahun silam ini.
Iwan adalah
seorang anak sopir angkot yang tinggal di kaki Gunung Panderman. Ia hidup
bersama ayah, ibu, dan empat saudara perempuannya di rumahnya yang berukuran 6
x 7 meter tanpa halaman di sudut gang buntu. Ia hidup
bertujuh bersama ayahnya yang tak bisa mengingat tanggal lahirnya, ibunya yang
hanya menempuh pendidikan SD dan 4 saudara perempuannya yang menggantungkan
mimpi dan cita-citanya di tengah kesulitan ekonomi dan penderitaan keluarga
mereka. Tak ada boneka, sepeda ataupun mainan, hanya buku-buku pelajaran yang
menjadi hiburan mereka.
Hidup
menderita tak membuat Iwan patah semangat menjalani hidup. Pendidikanlah yang
membentangkan jalan keluar dari penderitaan. Ia menempuh sekolah hingga ke
jenjang perguruan tinggi di IPB (Institut Pertanian Bogor) fakultas MIPA jurusan
Statistika, lulus dengan IP tertinggi dan melanjutkan perjalanannya bekerja di
Nielsen dan Danareksa Research Institute, Jakarta. Karena kesuksesannya di
dunia kerja, ia mulai melangkahkan kakinya ke New York City dan bekerja di sana
sebagai Director, Internal Client
Management di Nielsen Consumer Research selama 10 tahun.
Berkat jasanya, ketekunannya dan doa Ibunya,
ia mengangkat harkat martabat keluarganya. Namun tak selamanya gemerlap New
York City mengarungi jalan kehidupannya. Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi
dan menuntutnya untuk kembali pulang ke Batu. Ia bertemu seseorang yang
membawanya ke masa lalunya. Cinta keluargalah yang akhirnya menyelamatkan
semuanya.
Novel ini dikemas dengan bahasa yang lugas
dan komunikatif. Namun ada beberapa istilah dan percakapan dalam bahasa asing
yang belum diberi keterangan di dalamnya sehingga para pembaca pun kurang
mengerti artinya. Puisi dan gaya bahasa yang dibawakan juga inspiratif,
sehingga isinya mampu dikaitkan dengan pendidikan.

Komentar
Posting Komentar