2018, I'm Welcoming You!



Halo semuanya! Setelah sekian lama nggak nulis hingga blog ini pun berjamur 😂 akhirnya saya kembali lagi dengan sedikit tampilan yang berbeda 😊 walaupun blog ini ngga ada yang komen atau ngisi, at least saya sedang mencoba untuk lebih produktif lagi dari sebelumnya. Semoga konten-konten kedepannya bisa membantu kalian dalam hal apapun ya... Berbekal pengalaman dan pengetahuan sekitar, insyaAllah bisa sedikit berbagi apa yang sudah saya lalui kurang lebih 2 tahun ini setelah blog ini hiatus dalam waktu yang cukup lama 😁


Baiklah, saya mulai saja ya... ☺


2017 merupakan tahun yang luar biasa untuk saya. Tahun yang memberikan banyak sekali pelajaran hidup, bahkan dalam hal paling kecil sekalipun. Tahun yang menantang. Mengenal dan mendalami arti survive yang sebenarnya, mengamati, kemudian melakukannya berulang kali. Tahun yang benar-benar mengajarkan saya arti 'rumah' yang sebenarnya. Mengenal tempat pergi dan kembali.


"Lho? Bukannya memang tinggal di Jember?"

Jadi begini teman-teman sekalian... Agustus 2017, dikarenakan satu dan lain hal, orang tua saya harus pindah tugas ke Madiun, ke rumah asal ayah saya. Sementara saya yang masih melanjutkan studi, harus tinggal di kos putri sampai studi saya selesai. Adik saya, kebetulan sudah diterima di salah satu perguruan tinggi swasta di Malang, sehingga harus tinggal dengan kakek dan nenek saya. Sejak saat itulah, kami berdua (saya dan adik saya) menyandang status sebagai anak rantau 😅

Cukup menantang. Karena belum terbiasa hidup sendiri, lalu harus melakukannya sendiri... Jujur di bulan pertama saya sempat mengalami culture shock, walau tidak terlalu banyak, tapi ini cukup berpengaruh dalam interaksi saya. Memang dasarnya saya bukan anak malam, lalu harus berkegiatan hingga tengah malam, bahkan terkadang bisa tembus pagi. Melakukan sesuatunya sendiri, biasanya dibantu ibu hingga tuntas. Banyak perubahan-perubahan yang menuntut saya untuk lebih peka pada sekitar, nggak cuma peka pada gebetan/pacar saja 😅



Lalu semua itu perlahan menghilang, saya pun mulai terbiasa dengan aktivitas sebelum memulai hari. Mulai dari beli sarapan di pedagang kaki lima depan gang kosan (kalaupun tidak sempat, saya langsung saja ke kantin kampus sekalian makan disana), mandi, beres-beres kamar, kunci pintu dan pagar, lalu berangkat ke kampus. Ketika weekend pun saya harus terbiasa dengan cucian yang kadang menumpuk (jangan ditiru ya teman-teman! 😅).

Oh ya, saya jarang sekali menyetrika. Asal saya lipat rapi itu sudah cukup. Setrika berlaku hanya untuk pakaian yang akan saya kenakan ketika berangkat ngampus saja.Kira-kira begitulah gambaran kehidupan saya sebagai anak kost saat ini. Sekarang, kita beranjak ke apa yang akan saya lakukan di 2018 ini...



To be honest, saya nggak pernah beresolusi atau apapun itu, karena masalah-masalah yang ada di tahun kemarin saja rasanya belum bisa teratasi secara sepenuhnya. Yang terpenting adalah selalu sehat dan semangat, sehingga dari tangan dan otak saya lahir beragam karya-karya selanjutnya yang lebih menantang.


Okay, sekian dulu selayang pandang dari saya 😂 maaf kalo kesannya jadi curhat, tapi kurang lebih memang seperti itu kondisi saya sekarang. Semoga teman-teman lebih semangat lagi berkaryanya! Mari berkarya bersama 💖


Komentar

Postingan Populer