Almost Is Never Enough, Baby.
Selasa, 29 Oktober 2013.
Setelah selesai berkutat dengan sebundel modul dan geografi dan paket sosiologi yang menyesakkan daya kinerja otakku, kini aku beralih ke layar laptop yang (mungkin) akan menjernihkan pikiranku. Kutulis sebuah coretan kecil dengan sebuah lagu yang masih terngiang jelas di telingaku. "Almost Is Never Enough" yang dibawakan suara lembut Ariana Grande dan Nathan Sykes yang begitu kuat.
Mungkin judul lagu itu suatu cerminan tulisanku saat ini. Seorang gadis yang terombang-ambing, berulang kali ia mendarat, berulang kali ia tenggelam dan berulang kali ia terbuang. Ya, aku. Berulang kali aku mencoba merajut kisah cinta yang manis, tetapi berulang kali kisahku berakhir dengan buntu. Aku tak mendapatkan apa yang sudah aku rajut dalam hatiku, mungkin aku telah berbohong bahwa aku bisa, aku kuat dan aku mampu bertahan. Bohong bahwa aku terlihat polos dan baik hati. Disisi lain, aku telah digantung dalam ketidakpastian. Ingin rasanya aku melepaskan diri dan hilang begitu saja, bukannya digantung yang tak tahu kapan berakhirnya seperti ini..
"Hampir" itu tak pernah cukup, Sayang.
Setelah selesai berkutat dengan sebundel modul dan geografi dan paket sosiologi yang menyesakkan daya kinerja otakku, kini aku beralih ke layar laptop yang (mungkin) akan menjernihkan pikiranku. Kutulis sebuah coretan kecil dengan sebuah lagu yang masih terngiang jelas di telingaku. "Almost Is Never Enough" yang dibawakan suara lembut Ariana Grande dan Nathan Sykes yang begitu kuat.
Mungkin judul lagu itu suatu cerminan tulisanku saat ini. Seorang gadis yang terombang-ambing, berulang kali ia mendarat, berulang kali ia tenggelam dan berulang kali ia terbuang. Ya, aku. Berulang kali aku mencoba merajut kisah cinta yang manis, tetapi berulang kali kisahku berakhir dengan buntu. Aku tak mendapatkan apa yang sudah aku rajut dalam hatiku, mungkin aku telah berbohong bahwa aku bisa, aku kuat dan aku mampu bertahan. Bohong bahwa aku terlihat polos dan baik hati. Disisi lain, aku telah digantung dalam ketidakpastian. Ingin rasanya aku melepaskan diri dan hilang begitu saja, bukannya digantung yang tak tahu kapan berakhirnya seperti ini..
"Hampir" itu tak pernah cukup, Sayang.
Komentar
Posting Komentar